Kisah TNI
Rumah Baru untuk Janda Prajurit: TNI AU Bangun Hunian Layak untuk Istri Almarhum Sertu Teknik yang Meninggal Karena Kanker di Usia Muda
Lilis Suryani, janda prajurit Sertu Teknik Prayogo Setiawan yang meninggal karena kanker, mendapatkan rumah baru berkat program 'Rumah Untuk Keluarga Pejuang' dari TNI AU. Dukungan institusi ini menjadi bukti negara hadir merangkul keluarga prajurit yang ditinggalkan, memberikan ketenangan dan harapan baru bagi Lilis dan kedua anak kembarnya. Kisah ini mengingatkan kita tentang makna pengabdian dan gotong royong yang tak pernah padam.
Di balik pagar rumah kontrakan sempit di kawasan padat penduduk Malang, seorang ibu muda bernama Lilis Suryani (29) harus merelakan kepergian suami tercinta, Sertu Teknik Prayogo Setiawan (31), yang tutup usia akibat kanker getah bening. Selama bertahun-tahun bertugas di Lanud Abd Saleh, Prayogo tak pernah sekalipun mengeluh tentang sakitnya. Gaji yang diterimanya habis untuk biaya pengobatan di luar tanggungan dinas, karena keterbatasan fasilitas rumah sakit TNI AU setempat. Kini Lilis harus bertahan hidup sendirian bersama kedua anak kembarnya yang masih berusia 4 tahun, di tengah keterpurukan ekonomi dan depresi berat yang nyaris membuatnya tak mampu membayar sewa kontrakan.
Rumah Baru untuk Janda Prajurit: Wujud Dukungan Institusi TNI AU
Namun, di balik duka yang mendalam, secercah harapan datang dari institusi tempat suaminya mengabdi. Mengetahui kondisi Lilis yang semakin terpuruk, Komandan Lanud Abd Saleh tergerak hati untuk menginisiasi program 'Rumah Untuk Keluarga Pejuang'. Program ini merupakan bentuk nyata dukungan institusi TNI AU, dengan menggalang dana internal dari seluruh personel Lanud dan menggandeng mitra industri pertahanan melalui CSR. Dalam waktu empat bulan, sebuah rumah tipe 36 yang layak huni berhasil dibangun di atas tanah wakaf di kompleks perumahan TNI AU. “Saya tidak menyangka, setelah kehilangan segalanya, negara masih memeluk kami. Anak-anak sekarang punya rumah, punya tempat berlindung,” kata Lilis sambil menangis saat serah terima kunci rumah barunya. Kehadiran Pangkoopsau II dalam proses serah terima kunci menjadi simbol komitmen TNI AU untuk terus hadir di tengah keluarga prajurit yang ditinggalkan, sekaligus menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari jaring pengaman sosial internal yang sedang dikembangkan.
Makna Pengabdian dan Ketahanan Keluarga
Kisah Lilis dan kedua anaknya menjadi bukti bahwa ikatan korps di TNI AU tidak hanya kuat di medan tugas, tetapi juga hangat dalam merawat keluarga yang ditinggalkan. Tak ada lagi rasa was-was akan biaya sewa kontrakan; anak-anak kembar Lilis kini bisa berlarian di halaman rumah yang aman dan nyaman. Program rumah baru untuk janda prajurit ini mengajarkan kita tentang makna pengabdian yang tak pernah berakhir. Ketika seorang prajurit gugur dalam perjuangan melawan kanker, keluarganya tidak boleh merasa sendiri. Dukungan institusi seperti TNI AU hadir untuk merangkul mereka yang ditinggalkan, mengingatkan kita bahwa pengorbanan seorang prajurit tidak hanya terjadi di medan perang, tapi juga dalam diam saat ia berjuang melawan penyakit.
Bagi para ibu dan keluarga di rumah, refleksi dari peristiwa ini adalah tentang ketahanan emosional dan semangat gotong royong yang tetap hidup, bahkan di tengah kesedihan. Lilis kini bisa bernapas lega, dan negara telah hadir memeluk keluarganya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam seorang prajurit, ada istri dan anak yang menanti dengan cinta dan doa, dan institusi akan selalu ada untuk menjaga mereka.
Entitas yang disebut
Orang: Prayogo Setiawan, Lilis Suryani
Organisasi: TNI AU, Lanud Abd Saleh, RS TNI AU, Pangkoopsau II
Lokasi: Malang