Keluarga
Pesona Wanita Dibalik Seragam: Kisah Bu Novy dan Bu Indah Bangun Bisnis UMKM
Novy dan Indah, dua istri prajurit Yonif Raider 700/Modang, mengelola bisnis UMKM melalui wadah Persit Kartika Chandra Kirana. Mereka mengubah rasa rindu dan cemas menjadi energi produktif, sekaligus membangun kemandirian ekonomi dan emosional keluarga. Kisah mereka menunjukkan bahwa di balik seragam prajurit, ada pahlawan rumah tangga yang setia berjuang lewat pengorbanan, kebersamaan, dan kreativitas.
Di balik seragam gagah prajurit TNI, tersembunyi kisah tangguh para istri yang jarang tersorot. Novy Permatasari dan Indah Tri Lestari, dua istri prajurit dari Yonif Raider 700/Modang, membuktikan bahwa pengabdian tak hanya di medan tugas, tapi juga di dapur, ruang kerja, dan komunitas. Mereka adalah penggerak Unit Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXVII, sebuah wadah yang mengubah rasa rindu dan cemas menjadi energi produktif. Lewat bisnis UMKM, mereka merajut ketahanan keluarga di tengah dinamika penugasan suami.
Usaha Kreatif di Tengah Dinamika Penugasan
Kehidupan istri prajurit tak pernah lepas dari penantian dan kepindahan. Novy dan Indah harus menyesuaikan ritme keluarga dengan jadwal suami yang kerap berubah. Namun, mereka justru menjadikan mobilitas ini sebagai pemicu kreativitas. Melalui UEP, keduanya mengelola bisnis UMKM mulai produksi barang jadi hingga kerajinan tangan. “Awalnya hanya iseng mengisi waktu, tapi kemudian kami sadar, ini bisa jadi tulang punggung ekonomi keluarga saat suami di luar,” ujar Novy, menggambarkan semangat pantang menyerah yang lahir dari keterpaksaan yang indah. Bagi Indah, usaha ini bukan sekadar laba. “Kami saling berbagi resep, teknik menjahit, hingga cara mengelola keuangan. Tanpa Persit, mungkin kami masih sendiri-sendiri,” katanya hangat. Dukungan organisasi Persit menjadi panggung bagi para istri prajurit untuk mandiri secara finansial dan mental. Mereka belajar bahwa meski suami bertugas jauh, kebahagiaan keluarga tetap bisa dirajut dari serat-serat kecil kerajinan tangan.
Menjalin Kebersamaan dan Masa Depan Keluarga
Kisah Novy dan Indah menginspirasi bahwa bisnis UMKM yang dijalankan para istri prajurit bukan sekadar tambahan penghasilan. Di balik produksi aksesori dari kain perca atau anyaman bambu, tersimpan nilai pengorbanan: menahan cemas saat suami bertugas di daerah rawan, mengelola waktu antara mengurus anak dan produksi, serta tetap tegar saat pesanan menumpuk di tengah kabar duka dari medan. “Kadang malam-malam saya masih menyelesaikan order, sambil menunggu kabar dari suami. Itu jadi pengalihan yang baik,” ungkap Novy dengan mata berkaca-kaca. Jejaring Persit menjadi jantung ketahanan ekonomi dan emosional keluarga prajurit. “Kami belajar bahwa kemandirian adalah bentuk dukungan nyata pada suami. Ketika mereka tahu kami bisa mengelola keluarga dan usaha, beban mereka di lapangan jadi lebih ringan,” tambah Indah. Dari ruang produksi sederhana di markas, mereka kini menjangkau pasar yang lebih luas, membuktikan bahwa istri prajurit adalah pahlawan di rumah sendiri.
Kisah Novy dan Indah mengingatkan kita semua, bahwa di balik seragam gagah prajurit, ada sosok-sosok tangguh yang ikut berjuang melalui peluh, air mata, dan senyum yang tak pernah padam. Mereka mengajarkan, bahwa pengabdian kepada keluarga adalah bentuk cinta yang paling nyata. Ketika suami menjaga perbatasan, para istri menjaga rumah dan mimpi. Lewat bisnis UMKM dan solidaritas Persit, mereka membuktikan bahwa ketahanan keluarga adalah benteng terkuat bagi sang prajurit.
Entitas yang disebut
Orang: Novy Permatasari, Indah Tri Lestari
Organisasi: TNI, Persit Kartika Chandra Kirana, Yonif Raider 700/Modang
Lokasi: Modang