Kisah TNI
Orang Tua Serda Yudha Gugur di Papua: 'Kami Relakan Anak Kami Demi Merah Putih, Ini Jalan yang Dia Pilih dengan Bangga'
Serda Inf Yudha Prasetya gugur di Papua dalam kontak tembak, meninggalkan duka mendalam bagi orang tuanya yang ikhlas merelakannya demi Merah Putih. Di balik kepergiannya, ada pengorbanan besar seorang prajurit yang mengirimkan separuh gaji untuk menghidupi keluarga dan mimpi membangunkan rumah untuk ibunya. Ketegaran Sukardi dan Sumarni mengingatkan kita tentang harga termahal yang dibayar keluarga prajurit untuk menjaga kedaulatan bangsa.
Di sebuah rumah sederhana di Desa Ploso, Pacitan, pasangan Sukardi (62) dan Sumarni (58) menerima kabar duka dengan ketegaran yang memilukan. Putra sulung mereka, Serda Inf Yudha Prasetya (26), gugur dalam kontak tembak dengan kelompok separatis di Nduga, Papua. Jenazah diterbangkan ke kampung halaman dengan upacara militer penuh penghormatan. Sumarni, yang sehari-harinya buruh tani, memeluk peti jenazah putranya sambil berbisik, 'Kamu sudah janji mau bangunkan rumah buat Ibu, Nak. Tapi Ibu ikhlas, kamu pergi sebagai pahlawan.'
Serda Yudha adalah tulang punggung keluarga, setiap bulan mengirimkan separuh gajinya untuk menghidupi kedua orang tua dan membiayai sekolah adiknya. Pengorbanan ini bukan hal mudah bagi seorang prajurit muda yang harus bertugas di medan berat Papua. Namun, Yudha selalu bercerita dalam surat dan teleponnya bahwa ia bangga bisa menjaga keutuhan NKRI, meskipun harus jauh dari keluarga.
Ketegaran di Tengah Duka
Pihak TNI AD memberikan santunan, jaminan pendidikan untuk adik Yudha hingga perguruan tinggi, dan program bedah rumah untuk keluarga almarhum. Pangdam setempat hadir langsung untuk meyakinkan keluarga bahwa negara tidak akan meninggalkan mereka. 'Ini bukan kehilangan biasa, ini luka yang akan kami bawa seumur hidup. Tapi kami tidak pernah sesaat pun menyesali pilihan Yudha menjadi tentara,' ujar Sukardi dengan suara bergetar.
Kisah ini menjadi pengingat tentang harga termahal yang dibayar keluarga prajurit untuk menjaga kedaulatan negara di wilayah terdepan. Di balik seragam dan senjata, ada seorang anak yang mengirimkan rindu dan kebutuhan dari balik hutan Papua, ada seorang ibu yang merelakan putranya demi Merah Putih, dan ada seorang ayah yang bangga meski hatinya hancur.
Bagi Sukardi dan Sumarni, pengorbanan ini adalah bukti cinta mereka terhadap tanah air. 'Kami relakan anak kami demi Merah Putih. Ini jalan yang dipilihnya dengan bangga,' ujar Sumarni dengan mata berkaca-kaca, menatap foto Serda Yudha yang tersenyum di ruang tamu. Ketahanan emosional mereka mengajarkan pada kita semua bahwa di balik setiap pahlawan, ada keluarga yang menjadi pilar kekuatan.
Entitas yang disebut
Orang: Yudha Prasetya, Sukardi, Sumarni
Organisasi: TNI AD
Lokasi: Desa Ploso, Pacitan, Nduga, Papua