Kisah TNI
Kecemasan dan Kebanggaan Istri Prajurit Selama Suami Bertugas di Operasi Pencarian Korban Banjir Aceh
Artikel ini mengisahkan kegelisahan sekaligus kebanggaan Fitri, istri seorang prajurit yang bertugas dalam operasi pencarian korban banjir Aceh. Di tengah keterbatasan komunikasi dan ancaman bencana susulan, ia harus menjadi benteng bagi anak-anaknya, membalut rindu dengan cerita kepahlawanan, hingga akhirnya menyambut suami pulang dengan pelukan hangat yang memeluk rasa lelah dan haru.
Di tengah hiruk-pikuk operasi kemanusiaan pasca banjir bandang yang meluluhlantakkan Aceh, sebuah cerita sunyi bergulir di rumah seorang istri prajurit. Fitri, istri dari Kopda Haris, menjalani hari-hari dengan jantung berdebar. Suaminya diterjunkan bersama tim SAR ke wilayah terisolir—tempat sinyal sering lenyap dan longsor susulan masih menjadi ancaman. Di rumah yang sepi, kecemasan menjadi tamu setia, mengingatkan Fitri bahwa menjadi pendamping seorang prajurit berarti belajar berdansa dengan ketidakpastian. “Setiap kali ada berita longsor susulan, saya langsung cek ponsel. Komunikasi sering putus karena sinyal sulit di lokasi bencana,” tuturnya, suaranya bergetar namun tertahan. Di balik keteguhan itu, ada doa yang tak henti terucap, mengawal suami yang tengah bertugas di medan berat operasi kemanusiaan Aceh.
Entitas yang disebut
Orang: Fitri, Haris
Organisasi: TNI AD
Lokasi: Aceh