Inspirasi

Tangis Haru Penjual Asam Gelugur Saat Anak Resmi Jadi Perwira TNI AD

30 Juli 2026 Simalungun, Sumatera Utara / Jakarta Timur 3 views

Di balik sosok perwira TNI AD yang baru dilantik, ada kisah mengharukan sepasang orang tua penjual asam gelugur asal Simalungun. Perjuangan dan air mata Joni Silalahi serta Rosida Sinaga akhirnya terbayar saat putra mereka, Dony Andreas Silalahi, resmi menyandang pangkat perwira di Cilangkap, Jakarta.

Tangis Haru Penjual Asam Gelugur Saat Anak Resmi Jadi Perwira TNI AD

Ibu Rosida Sinaga menggenggam erat tangan suaminya, Joni Silalahi, ketika barisan para perwira muda mulai memasuki lapangan upacara. Matanya menyapu satu per satu sosok tegap berseragam, mencari satu wajah yang paling ia kenal: putranya, Dony Andreas Silalahi. Ketika akhirnya menemukannya berdiri gagah di sana, air mata yang sejak tadi ditahannya tak lagi bisa terbendung. Di tengah khidmatnya pelantikan perwira di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, pasangan sederhana dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara itu menangis haru—bukan karena sedih, melainkan karena seluruh perjalanan panjang penuh peluh dan doa mendadak terbayar lunas.

Dari Gerobak Asam Gelugur ke Gelar Perwira

Joni dan Rosida bukanlah orang tua yang bergelimang harta. Hari-hari mereka dihabiskan dengan berjualan asam gelugur di pelosok Simalungun. Bagi banyak orang, pekerjaan itu tampak sederhana. Namun bagi keluarga Silalahi, di balik sebungkus asam gelugur yang dijual, tersimpan harapan besar agar anak-anak mereka bisa meraih masa depan yang lebih baik. Dony kecil tumbuh menyaksikan bagaimana ayah dan ibunya berpeluh di bawah terik matahari, berkeliling pasar, kadang pulang dengan hasil yang pas-pasan. Tapi justru di situlah Dony belajar tentang arti perjuangan orang tua yang sesungguhnya. Ia tahu, setiap keping uang hasil jualan asam mampu mewujudkan satu langkah kecil mimpinya. Kini, mimpi itu menjelma jadi panggilan jiwa: Dony resmi menjadi seorang anak prajurit yang lulus pelantikan perwira, mengabdi di TNI Angkatan Darat.

Doa yang Tak Pernah Putus

Bagi Rosida, menangis bukanlah hal baru. Ia pernah menangis setiap kali melepas Dony berangkat ke pendidikan militer—cemas, rindu, dan bangga bercampur menjadi satu. Malam-malam panjang di Simalungun ia lewati dengan berdoa. Kini, tangisnya di Cilangkap adalah tangis syukur yang paling dalam. Di wajah rekahan Joni, tersirat ketegaran seorang ayah yang tak biasa mengumbar emosi. Namun siang itu, air mata di sudut matanya berbicara lebih lantang dari kata-kata. “Ini hasil dari keringat jualan asam,” bisiknya pada Rosida dengan suara serak. Pelantikan perwira itu bukan sekadar seremoni biasa; ia adalah monumen dari bertahun-tahun letih, lapar, dan percaya.

Kisah keluarga Silalahi adalah potret nyata bahwa di balik seragam seorang prajurit, selalu ada tangan-tangan orang tua yang memeluk erat dengan doa. Perjalanan dari Simalungun ke Cilangkap bukan hanya perpindahan tempat—melainkan perjalanan cinta, harapan, dan ketabahan. Bagi para ibu yang membacanya, mungkin akan tergambar wajah anak-anak sendiri. Bahwa setiap pengorbanan, sekecil apa pun, kelak akan berdiri tegak dalam wujud kebanggaan yang tak terhingga. Dan bagi Dony, melangkah sebagai perwira bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian yang dipersembahkan untuk negeri—serta untuk sebungkus asam gelugur yang dulu menjadi tiang kehidupan keluarganya.

Entitas yang disebut

Orang: Joni Silalahi, Rosida Sinaga, Dony Andreas Silalahi

Organisasi: TNI AD, TNI

Lokasi: Markas Besar TNI Cilangkap, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara

Bacaan terkait

Artikel serupa