Keluarga

Nenek 70 Tahun Menangis Bangga saat Cucu Dilantik Jadi Penerbang TNI AU

06 Agustus 2026 Yogyakarta 4 views

Seorang nenek berusia 70 tahun, Nenek Saminah, menangis haru saat cucunya, Letda Pnb Rizky, dilantik sebagai penerbang TNI AU. Kisah perjuangan Rizky yang yatim piatu dan dibesarkan oleh neneknya di Gunungkidul menjadi inspirasi, diakhiri dengan momen mengharukan saat Rizky menyematkan brevet penerbang di pundak sang nenek.

Nenek 70 Tahun Menangis Bangga saat Cucu Dilantik Jadi Penerbang TNI AU

Di tengah lapangan upacara Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, sore itu berubah menjadi saksi bisu sebuah momen yang mengharukan. Seorang nenek berusia 70 tahun duduk di kursi roda, matanya basah oleh air mata haru. Nenek Saminah tak kuasa menahan perasaan campur aduk antara bangga, haru, dan syukur yang tak terhingga saat menyaksikan cucunya, Letda Pnb Rizky, menerima brevet penerbang TNI AU dalam prosesi pelantikan yang khidmat. “Aku hanya bisa pasrah dan berdoa sejak ia ditinggal orang tuanya. Kini dia berhasil, Alhamdulillah,” tuturnya dalam bahasa Jawa halus yang penuh kelembutan. Bagaimana tidak, cucu yang dulu ia gendong kini berseragam loreng dengan brevet emas di dada, simbol keberhasilan yang telah lama dinantikan.

Perjuangan Seorang Nenek dari Sawah ke Akademi

Rizky adalah yatim piatu yang dibesarkan oleh neneknya di desa terpencil Gunungkidul sejak usia lima tahun. Di desa yang sunyi, jauh dari hiruk pikuk kota, Rizky tumbuh besar ditemani kasih sayang simbah yang tak pernah padam. Nenek Saminah yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani harus berjuang keras sendirian. “Sering saya minta bantuan tetangga untuk beli seragam. Tapi saya selalu tanamkan ke Rizky bahwa jadi tentara itu mulia, seperti almarhum bapaknya yang veteran,” kenang Saminah. Tak ada kata menyerah dalam hidupnya; setiap keringat yang bercucuran di ladang adalah doa untuk masa depan cucunya. Rizky pun tak menyia-nyiakan kepercayaan itu. Ia berhasil masuk Akademi Angkatan Udara (AAU) melalui jalur beasiswa dan lulus dengan predikat terbaik, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bila ada tekad dan kasih sayang.

Momen Haru yang Menginspirasi Banyak Orang

Upacara pelantikan itu dihadiri pejabat TNI AU dan keluarga besar. Namun, yang paling berkesan adalah ketika Rizky menyempatkan diri memakaikan brevet penerbang kepada neneknya. “Ini semua berkat simbah. Saya persembahkan untuk beliau,” ujarnya. Air mata Nenek Saminah berlinang saat brevet itu disematkan di pundaknya. Dengan suara bergetar, ia hanya bisa membisikkan doa dan terima kasih. Momen ini viral di media sosial dan menginspirasi banyak orang, menjadi bukti bahwa kasih seorang nenek tak pernah pudar meski diterpa badai kehidupan. Kini Nenek Saminah tinggal bersama Rizky di kompleks perumahan dinas, sebuah mimpi yang dulu hanya ia bayangkan saat masih berjuang di sawah. Kehangatan rumah baru ini menjadi oase setelah puluhan tahun menanggung beban sendirian.

Refleksi dari kisah ini mengingatkan kita bahwa pengabdian seorang prajurit tidak lahir dari kekosongan. Di balik setiap penerbang TNI AU yang gagah perkasa, ada seorang ibu, nenek, atau keluarga yang berdoa setiap malam. Perjuangan Nenek Saminah adalah cerminan dari ribuan orang tua di pelosok negeri yang rela bekerja keras, menahan letih, dan mengorbankan segalanya agar anak-anak mereka bisa meraih cita-cita. Dan ketika pelantikan usai, bukan hanya prestasi yang dirayakan, tetapi juga ketulusan cinta seorang nenek yang tak pernah lekang oleh waktu.

Entitas yang disebut

Orang: Saminah, Letda Pnb Rizky

Organisasi: TNI AU, Lanud Adisutjipto, Akademi Angkatan Udara

Lokasi: Yogyakarta, Gunungkidul

Bacaan terkait

Artikel serupa