Keluarga

Istri Prajurit di Bandung Sukses Kembangkan Usaha Katering, Penuhi Kebutuhan Rumah Tangga Tanpa Bergantung Gaji Suami

31 Juli 2026 Bandung, Jawa Barat 4 views

Dewi, istri Sertu Agus, membuktikan bahwa kemandirian ekonomi bisa tumbuh dari dapur kecil di asrama militer. Berawal dari arisan dan masakan rumahan, usaha kateringnya kini menopang kebutuhan keluarga, mengurangi beban suami, dan menginspirasi para istri prajurit lain untuk berdaya bersama.

Istri Prajurit di Bandung Sukses Kembangkan Usaha Katering, Penuhi Kebutuhan Rumah Tangga Tanpa Bergantung Gaji Suami

Di sebuah sudut asrama Kodam III/Siliwangi, Bandung, pagi selalu menyapa dengan wangi rempah yang menenangkan. Di dapur mungilnya, Dewi (34), istri dari Sertu Agus, menyulam hari bersama wajan dan bumbu dapur. Tangannya yang cekatan mengaduk adonan, sementara matanya sesekali melirik jam. Pesanan katering harus selesai sebelum suami pulang dinas. Kesibukan ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan jawaban atas kegelisahan ekonomi keluarga kecil mereka. Tiga tahun lalu, Dewi memutuskan untuk tidak hanya menunggu dan bergantung pada gaji suaminya. “Gaji prajurit kan terbatas, apalagi kalau ada kebutuhan mendadak untuk anak-anak,” kenangnya. Modal pertama ia kumpulkan dari tabungan arisan rutin para istri prajurit di lingkungan asrama. Dengan peralatan seadanya, ia mulai menawarkan masakan rumahan. Tak disangka, rasa autentik dan harga bersahabat membuat pesanan mengalir, dari sesama keluarga militer hingga warga sekitar. Kini, usaha kateringnya melayani syukuran kecil, pertemuan Persit, dan hajatan keluarga besar.

Dukungan Sunyi di Balik Seragam

Di balik setiap kotak nasi yang terkirim, ada sosok Sertu Agus yang menyelinapkan cintanya dengan cara sederhana. Jadwal dinas sebagai prajurit yang padat dan tak menentu tak menghalanginya untuk hadir. “Kadang suami saya yang mengantarkan kotak-kotak katering. Saya yang masak, dia yang jadi kurir,” ujar Dewi, tersenyum. Momen-momen seperti itu menjadi penguat yang tak ternilai. Di tengah rutinitas mengabdi pada negara, Sertu Agus menemukan jalannya sendiri untuk menjaga hangat rumah tangga. Membantu sang istri baginya bukan beban, melainkan bentuk pengabdian yang justru menumbuhkan rasa bangga dan saling memiliki. Namun, perjalanan usaha ini tak selalu mulus. Ada malam-malam panjang saat Dewi harus begadang menyelesaikan pesanan sambil menenangkan anak yang rewel. Ada pula hari-hari ketika suaminya mendadak ditugaskan ke luar kota, meninggalkannya seorang diri mengelola semuanya. Justru di titik-titik itulah ketahanan keluarga prajurit diuji. “Usaha ini jadi penyelamat. Saat anak butuh biaya sekolah atau tiba-tiba harus ke dokter, kami tidak perlu kalang kabut lagi,” tuturnya. Ekonomi rumah tangga yang dulu serba pas kini terasa lebih longgar, dan yang paling melegakan, beban pikiran Sertu Agus sebagai tulang punggung tunggal perlahan berkurang.

Menginspirasi dari Dapur Kecil

Kisah Dewi segera menular ke sudut-sudut asrama. Dari seorang ibu rumah tangga biasa, ia berubah menjadi perempuan inspiratif yang membuktikan bahwa menjadi istri prajurit tak melulu soal menunggu dan bertahan. Melihat antusiasme teman-temannya, Dewi mulai membuka pelatihan singkat bagi para istri prajurit lain yang ingin memulai usaha. Dengan bahan sederhana dan semangat berbagi, ia mengajarkan cara merintis usaha katering, mengelola keuangan, hingga menjaga kualitas masakan. “Kami para istri ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa mandiri dan meringankan beban suami,” katanya. Pelan tapi pasti, dapur-dapur kecil di asrama itu bertransformasi menjadi ruang pemberdayaan. Bukan hanya soal tambahan penghasilan, tapi juga tentang harga diri dan kemandirian yang memperkukuh ekonomi keluarga. Di setiap sendok masakan yang diaduk, ada doa dan harapan agar keluarga prajurit tetap tegar dalam suka dan duka pengabdian.

Dewi dan Sertu Agus adalah potret hangat dari ribuan keluarga prajurit lainnya: bahwa cinta dan pengorbanan tak selalu harus dibalas dengan kemewahan, melainkan dengan kebersamaan yang tulus. Lewat usaha katering sederhana, mereka bukan hanya menyambung hidup, tetapi juga merajut makna keluarga sejati—tempat di mana lelah pengabdian pada negara diobati oleh hangatnya rumah dan pelukan orang-orang tercinta.

Entitas yang disebut

Orang: Dewi, Agus

Organisasi: TNI AD, Kodam III/Siliwangi

Lokasi: Bandung

Bacaan terkait

Artikel serupa