Keluarga

Hidup Tanpa Listrik: Kisah Keluarga Prajurit di Perbatasan Kalimantan, Sekolah Anak Pakai Lampu Minyak

06 Agustus 2026 Kapuas Hulu, Kalimantan Barat 4 views
Hidup Tanpa Listrik: Kisah Keluarga Prajurit di Perbatasan Kalimantan, Sekolah Anak Pakai Lampu Minyak
Di Dusun Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Sertu Bambang dan keluarganya tinggal di rumah dinas tanpa aliran listrik 24 jam. Listrik hanya menyala pukul 18.00–22.00 dari generator disel. Istrinya, Wati, harus pintar mengatur waktu: menanak nasi, menyetrika, hingga membantu anak belajar semua dilakukan sebelum lampu padam. 'Anak saya kelas 5 SD, kalau ada PR malam, terpaksa pakai lampu minyak. Tapi dia tidak pernah mengeluh,' cerita Wati. Bambang bertugas di Satgas Pamtas RI-Malaysia. Kondisi geografis yang sulit membuat keluarga harus beradaptasi. Air bersih kadang langka, dan sinyal internet hanya bisa didapat di titik tertentu. Namun Wati dan Bambang bertekad memberikan pendidikan terbaik. Anak sulung mereka, Dimas, seminggu sekali harus naik perahu ke desa seberang untuk mengikuti bimbingan belajar. 'Kami ingin anak-anak tetap berprestasi, jangan sampai karena tugas ayah, masa depan mereka terkorbankan,' ujar Bambang. Dukungan dari Koramil setempat mulai terasa. Beberapa waktu lalu dibangun panel surya kecil untuk keperluan lampu penerangan tambahan. Wati juga dilatih berkebun dan beternak untuk ketahanan pangan keluarga. 'Hidup di tapal batas itu berat, tapi kami punya misi: mendidik anak-anak cinta tanah air sejak dini. Itu kebanggaan kami,' katanya. Kisah ini mencerminkan perjuangan senyap keluarga prajurit menjaga NKRI dari rumah.

Entitas yang disebut

Orang: Sertu Bambang, Wati, Dimas

Organisasi: Satgas Pamtas RI-Malaysia, Koramil, NKRI

Lokasi: Dusun Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Malaysia

Bacaan terkait

Artikel serupa