Inspirasi
Gandeng Tangan di Masa Sulit: Istri Prajurit TNI AU Jadi Relawan Trauma Healing Pasca Bencana
Di tengah puing gempa Cianjur, Yanti, istri seorang prajurit TNI AU, bersama ibu-ibu Persit menjadi relawan trauma healing bagi anak-anak pengungsi dengan mendongeng dan memberi rasa aman. Di balik aksinya, ada dukungan penuh suami dan pengorbanan menitipkan anak sendiri, menunjukkan bahwa ketangguhan keluarga prajurit adalah kekuatan pemulihan bencana yang menyentuh hati.
Debu belum sepenuhnya turun, dan puing-puing bangunan masih berserakan di pelosok Cianjur. Tapi di antara tenda-tenda pengungsian, ada satu sudut yang terasa berbeda: tawa anak-anak mulai terdengar, berpadu dengan alunan suara lembut seorang ibu. Dialah Yanti, 34 tahun, istri seorang prajurit TNI AU berpangkat Peltu yang bertugas di bagian logistik Lanud Husein Sastranegara. Di saat banyak relawan fokus pada bantuan fisik pasca gempa, Yanti memilih jalur lain—mendekap, mendongeng, dan memeluk hati anak-anak yang terguncang. “Mata mereka kosong, pelukannya erat ke orang tua, tapi raganya gemetar. Sebagai ibu, saya tidak tega,” tuturnya lirih, mengenang hari-hari pertama di lokasi bencana yang mempertemukannya dengan luka tak kasatmata.
Dari Naluri Ibu ke Aksi Nyata: Dongeng yang Menjadi Pelukan
Bagi Yanti, menjadi relawan bukan soal keahlian teknis. Berbekal naluri keibuannya, ia menggandeng ibu-ibu Persit (Persatuan Istri Tentara) di lingkungan Lanud Husein Sastranegara, mengubah kegelisahan menjadi tenda ceria di tengah pengungsian. Bersama tim kesehatan TNI AU, mereka menyulap sudut kelabu menjadi ruang penuh warna: boneka, kertas gambar, dan cerita. Yanti, yang memiliki bakat mendongeng, duduk bersila dikelilingi balita yang sempat kehilangan keceriaan. Dengan mimik wajah yang luwes dan suara yang menenangkan, ia membawakan kisah-kisah penuh harapan. “Kami ingin anak-anak bisa kembali tertawa, walau sebentar. Rasa aman itu penting,” katanya. Setiap kali anak-anak itu tertawa kecil atau tersenyum, itu bagai obat bagi jiwa-jiwa mungil yang sempat histeris setiap mendengar gemuruh. Di sinilah peran ganda seorang istri prajurit TNI AU berubah menjadi panggilan hati: bukan sekadar bangga pada seragam suami, tapi menjadi pelindung bagi yang lemah.
Di Balik Senyum Anak-Anak, Ada Pengorbanan dan Cinta Keluarga
Menjadi relawan trauma healing bukan tanpa tantangan. Yanti dan ibu-ibu Persit harus ekstra sabar menenangkan anak-anak yang masih mudah tersulut panik. Mereka memeluk, melantunkan nasyid yang menyejukkan, menjadi sandaran saat naluri keibuan benar-benar diuji. “Di saat itulah kami diuji. Bukan sekadar istri TNI AU, tapi jadi pelindung bagi jiwa-jiwa mungil yang butuh dikuatkan,” ujar Yanti, matanya berkaca-kaca. Di balik itu, ada kisah pilu yang jarang terlihat: ia harus menitipkan dua putranya kepada mertua setiap kali berangkat ke lokasi bencana. Awalnya berat, namun justru anak-anaknya memberi kekuatan. “Mereka bilang, ‘Mama pergi ya buat adik-adik yang sedih.’ Itu bikin saya kuat,” kenangnya. Dukungan sang suami, seorang prajurit TNI AU, juga mengalir penuh cinta—perlengkapan menggambar dan mainan edukatif disediakan tanpa ragu. Kerja sama suami-istri ini ibarat sayap yang mengangkat misi kemanusiaan itu lebih tinggi, membuktikan bahwa pengabdian seorang prajurit juga hidup dalam ketangguhan keluarganya. Komandan Lanud Husein Sastranegara mengapresiasi sentuhan emosional yang diberikan para istri tersebut, menilai bahwa kehadiran mereka menjadi pelengkap yang sangat dibutuhkan dalam setiap respons bencana, dan menginspirasi agar program serupa dapat berlanjut di masa depan.
Di ujung hari, saat debu kembali menyelimuti langit Cianjur, Yanti pulang dengan hati yang ringan sekaligus berat. Ringan karena tawa anak-anak masih terngiang, berat karena tahu masih banyak yang harus dipulihkan. Namun satu hal yang ia yakini: dari rumah-rumah prajurit, lahir para istri yang tidak hanya menjaga ketahanan keluarga, tapi juga merawat luka bangsa. Bencana boleh merubuhkan bangunan, tapi pelukan seorang ibu—dan ketulusan para istri TNI AU—mampu membangun kembali harapan.
Entitas yang disebut
Orang: Yanti
Organisasi: Persit, TNI AU, Lanud Husein Sastranegara, Cinta Kasih Ibu TNI AU
Lokasi: Cianjur, Lanud Husein Sastranegara