Inspirasi

Anak Prajurit Gugur di Papua Terima Beasiswa: 'Ayah, Aku Akan Jadi Dokter'

06 Agustus 2026 Jayapura, Papua 3 views

Alya (16), putri dari Sertu Ridwan yang gugur di Papua, menerima beasiswa penuh dari YKAY TNI AD. Dengan air mata haru, ia berjanji akan menjadi dokter untuk membanggakan ayahnya. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dan cinta seorang anak tak pernah padam meski duka menyelimuti.

Anak Prajurit Gugur di Papua Terima Beasiswa: 'Ayah, Aku Akan Jadi Dokter'

Di sebuah ruangan di Markas Kodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Alya (16) berdiri dengan mata berkaca-kaca. Bukan karena takut atau cemas, melainkan haru yang membanjiri dadanya. Di tangannya, selembar surat beasiswa dari Yayasan Kesejahteraan Anak Yatim (YKAY) TNI AD terasa begitu berat sekaligus berharga. Beasiswa ini adalah jawaban atas doa-doa yang selama ini ia panjatkan, sekaligus bentuk kasih sayang dari ayahnya yang telah tiada. Ayah Alya, Sertu Ridwan, adalah prajurit TNI AD yang gugur dalam kontak tembak di Pegunungan Bintang, Papua, pada awal tahun 2025. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi Alya, sang ibu, dan seluruh keluarga. Namun, di balik kesedihan itu, Alya memilih untuk bangkit dan melanjutkan mimpi yang pernah ia rangkai bersama sang ayah.

Janji Seorang Putri di Tengah Duka

“Ini untuk ayah. Aku janji akan belajar sebaik mungkin untuk masuk Fakultas Kedokteran,” ujar Alya lirih di sela-sela acara penyerahan beasiswa. Kalimat itu bukan sekadar ucapan. Ia adalah bentuk nyata dari rasa rindu sekaligus tekad seorang anak yang ingin membanggakan orang tuanya yang telah berkorban banyak. Ratna, ibu Alya, duduk di sebelahnya sambil sesekali menyeka air mata. Rasa bangga dan sedih bercampur jadi satu saat ia melihat putrinya menerima beasiswa anak prajurit ini. “Sejak kecil Alya bercita-cita jadi dokter. Ridwan selalu mendukung. Sekarang, saya harus melanjutkan perjuangan itu sendiri,” tuturnya terisak. Keluarga mereka yang kini tinggal di rumah mertua di Semarang mendapat angin segar dari beasiswa ini. Tak hanya meringankan beban ekonomi, hadirnya beasiswa ini juga memberi harapan baru bagi masa depan Alya.

Kehadiran Negara yang Menghangatkan Hati

Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan bahwa pemberian beasiswa ini adalah wujud nyata negara hadir untuk keluarga prajurit yang gugur di medan tugas. Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehadiran negara seperti ini tentu menjadi penghibur sekaligus penyemangat. Beasiswa untuk anak prajurit yang gugur ini diharapkan menjadi jembatan menuju masa depan cerah. Di tengah duka dan keterbatasan, Alya justru tumbuh menjadi anak yang peduli pada sesama. Ia kerap berbagi tips belajar melalui media sosial dan mengunjungi kediaman rekan ayahnya untuk memotivasi anak-anak lain agar tetap semangat mengejar mimpi. “Ayah selalu bilang, menjadi prajurit itu panggilan hati. Sekarang giliranku meneruskan panggilan ayah dengan caraku sendiri,” ujarnya penuh semangat.

Kisah Alya menjadi cermin bahwa perjuangan tidak selalu berhenti di medan tugas. Bagi keluarga prajurit, cinta dan pengorbanan terus hidup dalam setiap langkah anak-anaknya. Melalui beasiswa TNI AD ini, diharapkan Alya dapat menggapai mimpinya menjadi dokter dan membuktikan bahwa anak prajurit mampu bersinar. Dan bagi kita semua, kisah ini mengingatkan bahwa keluarga yang ditinggalkan pejuang juga membutuhkan rangkulan dan kepedulian, agar mereka tidak pernah merasa sendiri dalam melanjutkan hidup.

Entitas yang disebut

Orang: Alya, Ridwan, Ratna

Organisasi: Yayasan Kesejahteraan Anak Yatim (YKAY) TNI AD, Kodam XVII/Cenderawasih

Lokasi: Papua, Pegunungan Bintang, Jayapura, Semarang

Bacaan terkait

Artikel serupa