Keluarga
Momen Haru, Anak Prajurit Yonif 713/Satya Tama Bikin Surat Permohonan Agar Ayahnya Bisa Pulang Lebih Cepat
Seorang anak prajurit Batalyon Infanteri 713/Satya Tama, TNI AD, di Jayapura, Papua, membuat surat permohonan yang menyentuh hati. Dalam surat yang ditulisnya, sang anak memohon agar ayahnya, seorang prajurit yang sedang bertugas di medan yang berat, dapat diberikan izin untuk pulang lebih cepat dari penugasan. Surat tersebut berisikan kerinduan dan ungkapan hati seorang anak yang sangat merindukan kehadiran sang ayah di rumah.
Surat ini viral di media sosial dan menggambarkan pengorbanan tersembunyi dari keluarga prajurit. Anak-anak sering kali harus tumbuh dengan kehadiran ayah yang terbatas karena tuntutan tugas negara. Ibunya menceritakan bagaimana anaknya sering menanyakan kapan ayah pulang dan berusaha kuat menghadapi kesepian.
Surat tersebut akhirnya dibawa ke komandan batalyon dan mendapat perhatian. Atasan prajurit tersebut menyampaikan apresiasi atas keteguhan keluarga dan berjanji mempertimbangkan permohonan itu sesuai dengan aturan dan kondisi tugas. Kisah ini menyoroti bagaimana dukungan keluarga, terutama anak, menjadi kekuatan moral bagi prajurit yang bertugas jauh dari rumah.