Keluarga

Memendam Rindu Satu Tahun, Tuntas di Dermaga

14 April 2026 Surabaya 2 views

Setelah hampir satu tahun bertugas, anggota Satgas Pamtas Yonif 1 Marinir akhirnya bersatu kembali dengan keluarga di Dermaga Madura, Surabaya. Momen haru itu diwarnai tangis kebahagiaan, pelukan erat, dan upaya saling mengenang kembali, terutama bagi anak-anak yang harus berpisah di usia sangat dini. Pertemuan ini menjadi bukti nyata ketahanan dan pengorbanan tak hanya para prajurit, tetapi juga istri dan keluarga yang dengan setia menunggu di rumah.

Memendam Rindu Satu Tahun, Tuntas di Dermaga

Hampir satu tahun lamanya rasa rindu mereka menumpuk. Hampir satu tahun mereka harus mengatur ulang ritme kehidupan sehari-hari. Namun, semua itu akhirnya berbuah manis saat KRI Teluk Kendari perlahan merapat ke Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya. Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir TA 2025 akhirnya tiba di pelabuhan, mengakhiri masa pulang tugas yang panjang. Di atas dermaga, ratusan anggota keluarga sudah menunggu dengan hati berdebar. Suasana itu bukan sekadar penyambutan seremonial, melainkan pertemuan dua dunia yang lama terpisah oleh jarak, waktu, dan tugas negara.

Menunggu di Taman, Menenangkan Hati Kecil yang Belum Mengenal Ayah

Di antara kerumunan yang penuh harap, ada Dian Fitri Ariani (28). Sebagai istri Praka Marfanda dan bagian dari Jalasenastri, Dian telah terbiasa dengan ritme kehidupan sebagai keluarga prajurit. Namun, pengalaman kali ini berbeda. Di gendongannya, putri kecilnya, Ciasa Lova Valeria, yang baru berusia satu tahun enam bulan, terlihat lelah. "Saya ajak ke taman saja dulu, supaya tidak rewel dan menangis," ujar Dian, menggambarkan upayanya menjaga si kecil tetap tenang. Perpisahan mereka terjadi saat Ciasa masih berusia enam bulan. Kini, setelah hampir satu tahun, sang ayah adalah sosok yang hampir tak dikenalnya. Dian bersyukur komunikasi selama suaminya bertugas lancar, tapi tak ada yang bisa menggantikan kehangatan pelukan dan sentuhan langsung. Pengorbanan dan ketabahan ibu muda inilah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pengabdian seorang prajurit.

Air Mata Kebahagiaan yang Tak Tertahan di Dermaga Pertemuan

Upacara penyambutan yang khidmat akhirnya pecah oleh suara tangis anak-anak yang tak lagi sanggup menahan rindu keluarga. Saat itu juga, dermaga pun bertransformasi. Dari sebuah tempat resmi, ia berubah menjadi panggung pertemuan paling manusiawi dan mengharukan. Praka Jefry Martin (31) tidak bisa menahan air matanya saat pertama kali memeluk erat anak lelakinya, Chairya (2), dan istrinya, Indah (27). Pelukan itu melepas segala beban dan kerinduan yang terpendam. Momen ini terasa sangat istimewa bagi Jefry. Ia masih jelas mengingat, bagaimana ia diizinkan menemani sang istri melahirkan anak mereka, sebuah kebahagiaan yang mendalam sebelum akhirnya ia harus berangkat bertugas saat Chairya menginjak usia satu tahun. Kini, ia kembali, menyaksikan buah hati yang telah bertumbuh, dan merangkul istri yang telah dengan kuat menjaga rumah tangga mereka.

Pertemuan di dermaga itu bukan sekadar kata "Halo". Ia adalah pertemuan untuk mengejar waktu yang hilang, untuk mengenali kembali raut wajah yang mungkin sedikit berubah, dan untuk merasakan langsung kehangatan yang selama ini hanya hadir melalui layar ponsel. Setiap pelukan, setiap ciuman, dan setiap tetes air mata di tempat itu bercerita tentang ketahanan, kesabaran, dan cinta yang jauh lebih besar daripada segala jarak. Para istri, yang kebanyakan adalah anggota Jalasenastri, tidak hanya menjalani peran sebagai ibu, tetapi juga sebagai penopang moral dan pengelola rumah tangga yang tangguh. Mereka adalah pahlawan tanpa seragam yang menjaga api keluarga tetap menyala.

Kepulangan satgas pamtas ini mengajarkan satu pelajaran berharga tentang makna keluarga. Di balik seragam yang gagah dan tugas yang mulia, ada cerita-cerita manusia biasa yang merindukan kehadiran, yang merayakan pertemuan kecil, dan yang membangun ketahanan dari hari ke hari. Setiap prajurit yang turun dari kapal membawa bukan hanya beban tugas yang telah diselesaikan, tetapi juga kerinduan yang akhirnya bisa dituntaskan. Bagi para keluarga, hari itu adalah hari kemenangan kecil. Kemenangan atas rasa cemas, atas kesendirian, dan atas perjuangan sehari-hari yang akhirnya bermuara pada satu pelukan penuh makna. Mereka pulang, dan rumah pun kembali utuh.

Entitas yang disebut

Orang: Dian Fitri Ariani, Praka Marfanda, Ciasa Lova Valeria, Praka Jefry Martin, Chairya, Indah

Organisasi: Satgas Pamtas RI-PNG, Yonif 1 Marinir TA 2025, KRI Teluk Kendari, Koarmada II, Jalasenastri

Lokasi: Dermaga Madura, Surabaya

Bacaan terkait

Artikel serupa