Inspirasi

Memendam Rindu Satu Tahun, Tuntas di Dermaga

14 April 2026 Surabaya, Jawa Timur 2 views

Kepulangan Satgas Pamtas Marinir di Dermaga Surabaya menjadi momen mengharukan bagi ratusan keluarga yang telah menunggu setahun. Kisah seperti Dian, anggota Jalasenastri, yang anaknya baru pertama kali bertemu ayah, serta pelukan Praka Jefry kepada istri dan anaknya, menegaskan bahwa di balik tugas negara ada perjuangan emosional keluarga yang penuh rindu dan ketahanan.

Memendam Rindu Satu Tahun, Tuntas di Dermaga

Dermaga Madura Koarmada II di Surabaya pagi itu tampak berbeda. Udara yang biasanya dipenuhi suara mesin dan aktivitas pelabuhan, kini berubah menjadi medan harapan. Ratusan keluarga—para istri, anak-anak, orang tua—berkumpul, mata mereka tak lepas dari laut. Hampir dua jam mereka menunggu dengan sabar, namun detik-detik itu terasa begitu panjang. Sebuah KRI Teluk Kendari perlahan mendekat, membawa pulang para prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir TA 2025. Rindu yang dipendam satu tahun, sebentar lagi akan tuntas di dermaga.

Menunggu di Taman Dermaga: Mengalihkan Tangis Kecil dengan Permainan

Di antara lautan pelukan dan senyum yang akan segera pecah, ada secercah keharuan yang berbisik. Dian Fitri Ariani, seorang anggota Jalasenastri, menggendong putri kecilnya, Ciasa Lova Valeria yang baru berusia satu tahun enam bulan. Bocah mungil itu sudah mulai rewel, tangisnya mengalir karena kelelahan menunggu. Untuk mengalihkannya, Dian mengajak anaknya bermain di taman dermaga, mencoba membuatnya tertawa di antara pohon dan bunga.

Ada cerita khusus di balik senyuman Dian. Saat ayah Ciasa berangkat ke Papua, putri kecilnya masih bayi berusia enam bulan. Kepulangan Satgas kali ini adalah pertemuan pertama Ciasa dengan ayahnya. Seorang ayah yang selama ini hanya dikenal lewat suara di telepon. Dian bersyukur komunikasi selama tugas lancar, namun tak ada yang bisa menggantikan kehangatan pelukan. Dalam kesendirian menunggu, Dian dan anggota Jalasenastri lainnya menemukan kekuatan dalam kebersamaan. Mereka rutin mengadakan pertemuan seperti arisan sebulan sekali, saling berbagi cerita dan menguatkan satu sama lain saat sang suami bertugas di ujung negeri.

Detik-detik Pertemuan: Pelukan yang Menghapus Rindu Setahun

Ketika keluarga akhirnya dipersilakan maju, seluruh dermaga berubah menjadi panggung pertemuan keluarga yang paling mengharukan. Suasana khusyuk upacara penyambutan pecah oleh teriakan dan tangis anak-anak yang tak lagi sabar. Praka Jefry Martin, dengan langkah cepat, mencari dan menemukan istrinya, Indah, yang menggendong putra mereka, Chairya, yang kini sudah berusia dua tahun.

Pelukan itu begitu erat, seolah ingin memadatkan waktu satu tahun yang hilang. Chairya mungkin masih bingung, tapi sentuhan ayahnya perlahan mencairkan keraguannya. Jefry bercerita, kelahiran Chairya sangat istimewa baginya. Tawaran tugas datang saat istrinya mengandung, sehingga ia masih sempat menemani proses persalinan sebelum akhirnya harus pergi. Selama setahun di medan tugas Papua, di sela-sela patroli yang melelahkan, momen telepon dengan keluarga adalah 'oasis' yang selalu dinantinya. Mendengar celoteh Chairya yang semakin lancar, atau sekadar menanyakan kabar Indah, telah menjadi energi yang menguatkan hari-harinya.

Rindu anak kepada ayah, dan rindu ayah kepada anak, akhirnya bertemu dalam satu dekapan. Bukan hanya Jefry dan Chairya. Di sekeliling mereka, puluhan adegan serupa terjadi. Ada anak yang langsung memanjat tubuh ayahnya, ada istri yang menitikkan air mata di bahu seragam hijau, dan ada orang tua yang melihat anaknya pulang dengan bangga. Dermaga yang biasanya dingin oleh besi dan air laut, hari itu hangat oleh cinta dan air mata kebahagiaan.

Kepulangan ini bukan sekadar akhir dari sebuah penugasan. Ia adalah puncak dari sebuah perjuangan lain yang tak kalah berat: perjuangan keluarga di rumah. Perjuangan istri yang harus berperan ganda sebagai ibu dan ayah. Perjuangan anak yang belajar memahami ketidakhadiran. Dan perjuangan prajurit yang harus membagi hati antara pengabdian pada negara dan kerinduan pada orang tersayang. Dalam setiap pertemuan keluarga yang mengharukan seperti ini, terpancar jelas makna pengorbanan yang sebenarnya. Ia tidak hanya tentang jiwa dan raga di medan tugas, tetapi juga tentang kesabaran, doa, dan harapan yang dipelihara oleh keluarga di rumah.

Entitas yang disebut

Orang: Dian Fitri Ariani, Ciasa Lova Valeria, Praka Jefry Martin, Chairya, Indah

Organisasi: Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir TA 2025, Koarmada II, KRI Teluk Kendari, Jalasenastri

Lokasi: Dermaga Madura Koarmada II Surabaya, Papua

Bacaan terkait

Artikel serupa