Kisah TNI

Kisah Praka Aprianus, Anak Penjual Sayur Asal Sintang yang Gigih Jadi TNI hingga Gugur di Papua

05 Mei 2026 Sintang, Kalimantan Barat 6 views

Praka Aprianus, anak penjual sayur dari Sintang, bercita-cita menjadi TNI untuk segera membantu ekonomi orang tuanya. Perjuangannya yang gigih akhirnya berhasil, namun pengabdiannya harus berakhir tragis dengan gugur di Papua, meninggalkan teladan tentang cinta pada keluarga dan tanah air.

Kisah Praka Aprianus, Anak Penjual Sayur Asal Sintang yang Gigih Jadi TNI hingga Gugur di Papua

Setiap kabar seorang prajurit gugur di medan tugas selalu meninggalkan luka yang dalam. Namun, di balik luka itu, sering kali tersimpan kisah tentang cinta dan perjuangan seorang anak terhadap orang tuanya, seperti kisah mengharukan Praka (Anumerta) Aprianus. Putra bungsu dari Desa Pakak, Sintang, Kalimantan Barat ini berasal dari keluarga yang sangat sederhana, di mana ibundanya, Agnes, berjualan sayur untuk menghidupi keluarga.

Tekad Anak Desa untuk Membantu Orang Tua

Cita-cita Aprianus untuk menjadi seorang prajurit TNI tidak lahir dari mimpi tentang kewibawaan seragam. Impian itu justru berakar dari keinginan sederhana namun mulia: segera membantu ekonomi keluarga. Ibunya, Agnes, yang tentu saja mengkhawatirkan keselamatan anaknya, pernah menyarankan jalan lain yang dianggap lebih aman, seperti kuliah atau menjadi pastor. Namun, dengan tekad yang kuat, hati seorang anak yang ingin segera meringankan beban orang tuanya, Aprianus menjawab, "Aku tidak mau, Mak. Nanti kalau aku kuliah, kapan aku bisa kasih kalian uang?". Jawaban polos itu menggambarkan besarnya tanggung jawab yang dipikulnya sejak muda.

Jalan yang ia pilih penuh rintangan. Perjuangan Aprianus untuk bisa mengabdi kepada negara penuh dengan cobaan. Dua kali ia gagal dalam seleksi TNI, dan bahkan sempat mencoba jalur kepolisian tanpa hasil. Bayangkan betapa beratnya hati seorang anak desa yang begitu bersemangat namun harus terus menerus menerima kenyataan pahit. Setiap pulang dengan kegagalan, pasti ada rasa kecewa dan mungkin pertanyaan di benaknya. Namun, tekadnya tak pernah padam. Semangatnya untuk bisa membantu orang tuanya dan mengabdi pada negara jauh lebih besar daripada rasa lelah dan putus asa.

Kebanggaan yang Berbuah Pengorbanan

Pada percobaan ketiga di tahun 2021, impiannya akhirnya tercapai. Sorak kebahagiaan pasti memenuhi rumah sederhana keluarga Agnes. Anak penjual sayur itu akhirnya resmi menjadi prajurit TNI, sebuah prestasi dan kebanggaan tak terhingga bagi seluruh keluarga. Seragam hijau yang ia kenakan bukan hanya simbol pengabdian pada negara, tetapi juga simbol bahwa perjuangan gigih seorang anak dari keluarga sederhana akhirnya membuahkan hasil. Bagi Agnes, rasa bangga pasti bercampur dengan rasa cemas yang selalu hadir di hati seorang ibu yang anaknya bertugas menjaga negeri.

Tragisnya, pengorbanan Aprianus harus berakhir di Papua. Kabar gugurnya prajurit muda ini tentu menghancurkan hati sang ibu dan seluruh sanak saudara di Sintang. Impiannya untuk membahagiakan orang tua dengan hasil jerih payahnya harus terputus di tengah jalan. Di balik seragam dan tugas negara, kita kembali diingatkan bahwa setiap prajurit adalah seorang anak, mungkin juga seorang suami atau ayah, dari sebuah keluarga yang selalu menunggu dengan harap dan cemas.

Kisah Aprianus adalah cerminan nyata dari sisi humanis di balik dinas ketentaraan. Keputusannya untuk mengabdi didasari oleh rasa tanggung jawab yang tulus kepada orang tua. Pengorbanan yang ia lakukan, sejak awal perjuangan masuk TNI hingga akhir hayatnya di medan tugas, menceritakan sebuah narasi cinta yang dalam: cinta pada keluarga dan cinta pada tanah air. Ia memilih jalan yang diyakininya dapat membawa kebaikan bagi kedua hal itu.

Bagi kita para ibu dan keluarga, kisah ini mengajarkan tentang arti ketahanan, baik secara ekonomi maupun emosional. Seorang anak bisa memiliki tekad baja untuk membalas jasa orang tuanya. Seorang ibu harus memiliki kekuatan hati luar biasa melepas anaknya pergi berjuang, dengan segala resiko yang mungkin terjadi. Dalam kesederhanaan hidup mereka, kita menemukan teladan tentang ketulusan dan keberanian. Warisan yang ditinggalkan Aprianus bukan hanya kenangan seorang prajurit yang gugur, tapi juga pelajaran hidup tentang arti sebuah pengorbanan dan makna sebenarnya dari perjuangan seorang anak untuk keluarganya.

Entitas yang disebut

Orang: Praka Aprianus, Agnes

Organisasi: TNI

Lokasi: Papua, Desa Pakak, Sintang, Kalimantan Barat

Bacaan terkait

Artikel serupa