Inspirasi

Istri Prajurit TNI AD Ajarkan Anak-Anak di Pos Ronda: ‘Saya Ingin Tugas Suami Lebih Ringan’

09 Agustus 2026 Entikong, Kalimantan Barat 0 views

Seorang istri prajurit TNI AD di perbatasan Entikong rela menjadi guru sukarela bagi anak-anak keluarga prajurit di asrama dekat pos. Dengan mengajar calistung dan nilai kekeluargaan, ia tidak hanya mencerdaskan anak-anak, tetapi juga meringankan beban tugas suami. Kegiatannya diapresiasi TNI AD dan menjadi program percontohan ‘Sekolah Istri Pejuang’ di seluruh perbatasan.

Istri Prajurit TNI AD Ajarkan Anak-Anak di Pos Ronda: ‘Saya Ingin Tugas Suami Lebih Ringan’

Di balik sunyinya pos penjagaan perbatasan darat di Entikong, terdengar riuh rendah suara anak-anak yang sedang belajar membaca dan berhitung. Bukan di sekolah formal, melainkan di balai pertemuan asrama yang sederhana. Seorang ibu dengan sabar membimbing puluhan anak, mengajarkan calistung—baca, tulis, hitung—yang menjadi bekal penting bagi mereka. Ibu itu adalah istri prajurit TNI AD yang bertugas menjaga perbatasan, dan ia rela menjadi guru sukarela bagi anak-anak keluarga prajurit lain yang tinggal di asrama dekat pos. Di tengah tugas suami yang berat, ia memilih untuk tidak hanya diam di rumah, melainkan ikut berjuang dengan caranya sendiri. Setiap sore, balai pertemuan berubah menjadi kelas kecil yang penuh semangat. Tak hanya calistung, ia juga mengajarkan nilai-nilai kekeluargaan dan kedisiplinan—hal yang sangat dekat dengan kehidupan seorang istri prajurit.

Mengajar dari Hati, Menjaga Masa Depan Anak-anak Perbatasan

Ia adalah lulusan PGSD yang hatinya tergerak melihat banyak anak kesulitan mengakses pendidikan karena keterpencilan lokasi. “Suami saya jaga negara, saya jaga masa depan anak-anak ini agar mereka siap saat pindah tugas nanti,” ujar ibu tiga anak itu dengan mata berbinar. Bagi para ibu lain di asrama, kehadirannya bagaikan oase. Mereka tak perlu lagi mengeluarkan biaya les atau khawatir anak-anak tertinggal pelajaran. Di sela-sela waktu mengajar, ia menyempatkan diri mendengar curhat anak-anak yang rindu ayahnya yang sedang bertugas. Baginya, mengajar bukan hanya soal ilmu, tapi juga soal kehangatan dan dukungan emosional yang mereka butuhkan. Anak-anak pun merasa senang, karena belajar bersama terasa seperti bermain. Rasa rindu pada ayah yang jauh di pos perbatasan perlahan terobati saat mereka asyik mengikuti pelajaran.

Dukungan Suami dan Harapan Tugas yang Lebih Ringan

Di balik setiap pengabdian seorang prajurit, ada peran vital dari sang istri. Suaminya, seorang Bintara, mengaku bangga melihat dedikasi istrinya. “Peran istri sangat vital dalam menjaga kestabilan mental prajurit dan keluarga di medan tugas berat,” katanya. Ia merasa bahwa ketika istrinya aktif membantu sesama, beban pikirannya sebagai prajurit menjadi lebih ringan. Ia tahu keluarganya baik-baik saja, anak-anaknya tetap belajar, dan istrinya memiliki kegiatan positif yang menguatkan ikatan kekeluargaan di asrama. Cerita kebaikan ini tidak luput dari perhatian. Dandim setempat memberikan apresiasi dan menjadikan kegiatan ini sebagai program percontohan untuk pos-pos lain. TNI AD pun menggandeng organisasi Persit untuk memperluas inisiatif yang kini disebut ‘Sekolah Istri Pejuang’ di seluruh pelosok perbatasan. Langkah ini diharapkan bisa menginspirasi lebih banyak istri prajurit untuk berbagi ilmu dan kehangatan, walau harus hidup di tempat yang jauh dari kemudahan. Dengan demikian, tugas suami di medan pun terasa lebih ringan karena ia tahu keluarganya dirawat dengan penuh cinta dan dedikasi.

Keteguhan hati seorang istri prajurit ini menjadi cermin bahwa pengabdian tak selalu berseragam. Di sudut perbatasan, ia mengajarkan arti ketahanan keluarga, bahwa di balik setiap tugas berat seorang prajurit, ada tangan-tangan lembut yang menyiapkan masa depan anak-anak. Dengan sabar ia mengajar, dengan cinta ia merawat, dan dengan keyakinan ia mendampingi sang suami. Inilah kisah nyata yang menghangatkan hati: seorang istri yang memilih menjadi guru dadakan di pos ronda, bukan hanya untuk mencerdaskan anak bangsa, tetapi juga untuk meringankan beban tugas suami tercinta.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI AD, Persit

Lokasi: Entikong

Bacaan terkait

Artikel serupa